Emas adalah salah satu logam mulia yang sejak dulu menjadi simbol kekayaan dan kemewahan. Namun, di balik kilauannya yang memikat, ada banyak oknum yang memanfaatkan popularitas emas untuk membuat emas palsu. Bagi kamu yang belum tahu, emas palsu adalah logam yang terbuat dari bahan lain tetapi disebut emas karena warnanya mirip dan dapat menipu pandangan mata.
Artikel ini akan membantu kamu memahami emas palsu itu apa, bagaimana cara mengenalinya, dan bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatannya. Dengan begitu, kamu bisa lebih waspada sebelum membeli perhiasan atau investasi emas.
Apa Itu Emas Palsu?
Sebelum membahas lebih jauh, mari pahami dulu apa yang disebut emas palsu. Emas palsu adalah logam yang terbuat dari bahan bukan emas, seperti tembaga, kuningan, atau logam campuran lain yang dilapisi warna keemasan. Tujuan dari pembuatan emas palsu biasanya untuk meniru tampilan emas asli agar terlihat mahal, meskipun nilainya jauh lebih rendah.
Beberapa produk emas palsu bahkan dibuat dengan teknologi tinggi, seperti plating emas (lapisan emas tipis di permukaan logam lain). Proses ini membuat perhiasan terlihat sangat mirip dengan emas asli inilah sebabnya banyak orang tertipu.
Risiko Membeli Emas Palsu
Membeli emas palsu tentu sangat merugikan, apalagi jika kamu menganggapnya sebagai investasi. Nilai jualnya hampir tidak ada, bahkan bisa membuat kamu kehilangan banyak uang jika tertipu. Selain itu, beberapa bahan logam imitasi dapat menyebabkan alergi pada kulit karena mengandung nikel atau logam berat lain.
Emas Palsu Terbuat dari Apa?
Pertanyaan penting yang sering muncul adalah emas palsu terbuat dari apa? Jawabannya tergantung pada jenis emas palsu yang dibuat. Secara umum, ada beberapa bahan yang paling sering digunakan, di antaranya:
Tembaga (Cu)
Tembaga banyak digunakan karena warnanya bisa disesuaikan dengan warna emas. Setelah dilapisi pernis atau cat emas, tembaga dapat terlihat mengkilap seperti logam mulia.
Kuningan (Brass)
Kuningan terbuat dari campuran tembaga dan seng. Warnanya alami keemasan, sehingga sering disebut emas imitasi. Namun, kuningan mudah pudar dan meninggalkan warna kehijauan di kulit jika dipakai terlalu lama.
Perunggu (Bronze)
Logam ini terbuat dari campuran tembaga dan timah. Warna perunggu juga mendekati emas, namun kilauannya lebih kusam.
Logam Campuran + Lapisan Emas Tipis (Gold Plated)
Ini salah satu bentuk emas palsu yang paling sering beredar. Lapisan emas tipis ditempelkan pada logam dasar seperti nikel atau stainless steel. Produk ini sering disebut emas lapis.
Zirconium dan Titanium Coating
Dalam industri modern, beberapa produk imitasi emas bahkan terbuat dari logam keras seperti titanium dengan lapisan pewarna emas agar lebih awet dan tidak mudah mengelupas.
Ciri-Ciri Emas Palsu yang Perlu Kamu Waspadai

Bagi mata yang belum terbiasa, emas palsu dan emas asli bisa terlihat sangat mirip. Namun, ada beberapa ciri khas yang bisa kamu gunakan untuk membedakan keduanya.
1. Warna Tidak Konsisten
Emas asli memiliki warna yang stabil, tidak mudah pudar, dan tetap mengkilap meskipun sudah lama digunakan. Sebaliknya, emas palsu biasanya akan berubah warna menjadi kusam, kehitaman, atau kehijauan setelah beberapa waktu.
2. Tidak Ada Cap Kadar
Emas asli biasanya memiliki cap kadar seperti “375”, “750”, atau “999” yang menunjukkan tingkat kemurniannya. Sementara itu, emas palsu jarang memiliki tanda ini, atau capnya mudah hilang karena hanya dicetak ringan di permukaan.
3. Emas Palsu Campuran
Kalau kamu menemukan perhiasan yang disebut emas dengan harga sangat murah, kamu wajib curiga. Harga emas asli dikontrol oleh pasar global, jadi kalau perbedaannya terlalu besar, kemungkinan besar itu bukan emas murni.
4. Reaksi Terhadap Magnet
Emas asli tidak bersifat magnetis. Jadi, jika logam tersebut menempel pada magnet, berarti itu terbuat dari bahan logam lain. Cara ini bisa jadi uji awal yang mudah kamu lakukan di rumah.
5. Meninggalkan Noda di Kulit
Jika setelah memakai perhiasan berwarna emas kamu mendapati kulitmu berubah menjadi kehijauan atau kehitaman, itu tanda bahwa perhiasan tersebut terbuat dari logam imitasi, bukan emas asli.
Jenis-Jenis Emas Palsu yang Sering Ditemui
Dalam dunia perdagangan perhiasan, ada beberapa jenis emas palsu yang umum beredar, dan masing-masing memiliki tingkat kemiripan yang berbeda. Berikut penjelasannya:
1. Emas Lapis (Gold Plated)
Jenis ini disebut juga “gold plated jewelry”. Ia terbuat dari logam biasa seperti besi, nikel, atau tembaga, lalu dilapisi dengan emas tipis. Lapisan ini lama-kelamaan bisa mengelupas, terutama jika sering terkena air, parfum, atau keringat.
2. Emas Imitasi (Imitation Gold)
Emas imitasi biasanya terbuat dari kuningan atau perunggu yang diwarnai agar mirip dengan emas asli. Tidak ada lapisan emas sama sekali, hanya pewarna logam yang menyerupai kilau emas.
3. Emas Palsu Campuran
Jenis ini disebut juga sebagai “fake gold alloy”, yaitu emas palsu yang mengandung sedikit emas asli namun dicampur dengan banyak logam lain. Tujuannya agar beratnya mirip emas murni, tapi harga produksinya jauh lebih murah.
4. Emas Sintetis (Artificial Gold)
Beberapa emas palsu modern bahkan terbuat dari bahan sintetis dengan teknologi pewarnaan kimia yang sangat halus. Warnanya hampir identik dengan emas asli, tetapi nilainya sama sekali tidak ada.
Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu
Agar kamu tidak tertipu, berikut beberapa cara praktis untuk menguji keaslian emas:
Uji Gores (Scratch Test)
Goreskan sedikit emas ke keramik putih. Jika muncul garis keemasan, kemungkinan emas asli. Jika garisnya kehitaman, itu terbuat dari logam lain.
Uji Gigitan
Emas murni bersifat lunak, sehingga jika digigit ringan biasanya meninggalkan bekas. Namun, cara ini tidak selalu akurat karena beberapa emas palsu juga dibuat cukup lunak.
Uji Air Asam (Nitric Test)
Teteskan sedikit asam nitrat di permukaan logam. Emas asli tidak akan bereaksi, sedangkan emas palsu akan berubah warna atau melepuh. Namun, cara ini sebaiknya dilakukan oleh profesional karena berisiko.
Uji di Toko Emas atau Pegadaian
Cara paling aman adalah membawanya ke toko emas atau Pegadaian. Mereka memiliki alat uji logam profesional yang bisa mendeteksi kadar emas secara akurat.
Mengapa Banyak Orang Menjual Emas Palsu?
Ada dua alasan utama mengapa emas palsu banyak beredar:
Keuntungan Cepat
Banyak penjual nakal memanfaatkan ketidaktahuan pembeli. Dengan menjual logam biasa yang disebut emas, mereka bisa meraup untung besar tanpa modal besar.
Permintaan Perhiasan Murah
Tak bisa dipungkiri, sebagian orang memang mencari perhiasan berwarna emas tapi dengan harga terjangkau. Kondisi ini membuat emas palsu tetap laku di pasaran, terutama di toko online yang tidak menjelaskan bahan secara detail.
Tips Aman Membeli Emas
Agar kamu tidak salah membeli, berikut beberapa tips praktis yang bisa diikuti:
Beli di toko terpercaya
Pastikan toko tersebut memiliki izin resmi dan reputasi baik.
Periksa sertifikat keaslian
Emas asli selalu disertai sertifikat yang mencantumkan kadar dan berat.
Bandingkan harga dengan pasar
Jika harga jauh di bawah harga pasar emas hari itu, patut dicurigai.
Gunakan uji profesional
Bawa emas ke Pegadaian atau toko perhiasan besar untuk diuji keasliannya.
Kesimpulan
Jadi, bisa disimpulkan bahwa emas palsu adalah logam yang terbuat dari bahan lain tetapi disebut emas karena warnanya menyerupai emas asli. Biasanya terbuat dari tembaga, kuningan, atau logam campuran yang dilapisi warna emas. Meski terlihat indah, nilainya tidak sebanding dengan emas murni dan bisa menipu pembeli yang tidak berhati-hati.
Sebagai pembeli, kamu perlu memahami apa yang disebut emas palsu dan mengenali ciri-cirinya sejak awal. Jangan mudah tergoda dengan harga murah. Pastikan kamu membeli emas hanya dari tempat terpercaya agar investasi kamu tetap aman dan bernilai.

